RENCANA TINDAK LANJUT DAN IMPLEMENTASI SPIP DI PSAA TUNAS BANGSA PATI
Tanggal: Jumat, 02 September 2016
Topik:


RENCANA TINDAK LANJUT DAN IMPLEMENTASI SPIP

DI PSAA TUNAS BANGSA PATI

 

 

PSAA Tunas Bangsa Pati menyelenggarakan kegiatan Implementasi SPIP pada tanggal 30 s.d 31 Agustus 2016 . Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi SPIP yang dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juni 2016 bertempat di Hotel Safin Pati. Sebagai fasilitator , Ibu Sri Widuri,AKs ( Kassubag TU Inspektorat Bidang Penunjang Kementerian Sosial RI ) dan Bapak Harry Prianto S, SH (Auditor Pertama Bag TU, Inspektorat Jenderal, Kemensos RI). Dalam sambutanya bu Widuri mengharapkan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan Rencana Tindak Pengendalian ( RTP ) dapat diselesaikan. Beliau juga mengharapkan peran aktif dari semua peserta agar RTP yang dihasilkan benar-benar valid sebagai acuan pelaksanaan program dimasa yang akan datang. Selanjutnya sambutan dari Bu Jiwaningsih, Kepala PSAA Tunas Bangsa Pati, dalam sambutannya bu Jiwa menyampaikan bahwa setiap UPT harus sesegera mungkin melaksanakan SPIP dan semoga SPIP dapat diterapkan secara baik di UPT ini. Beliau juga menyampaikan harapannya agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya.



Pada hari pertama kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas mengenai hasil tabulasi CEE ( Control Environment Evaluation ) yang sudah diisi oleh seluruh pegawai PSAA Tunas Bangsa Pati. Menurut bu Widuri, hasil CEE didominasi dengan hasil kurang memadai dan cukup memadai. Selanjutnya bu Widuri melakukan validasi kepada peserta untuk mengetahui apakah hasil tabulasi CEE sudah sesuai dengan kondisi riil di panti atau tidak. Pada sesi ini muncul beberapa pertanyaan oleh peserta, antara lain dari Pak Yasin ( Kasie PAS ). Pak Yasin menanyakan mengenai pengisian CEE, saat mengisi CEE situasi internal mempengaruhi penilaian, ketika ada perbedaan pemahaman dalam suatu masalah, misal yang berwaran hijau bisa jadi itu memang kondisi riil tapi bisa jadi itu karena rasa tidak enak dalam pengisian CEE jika menjawab jujur Selain itu Pak Yasin juga menanyakan apakah CEE punya batas waktu lalu diukur ulang kembali atau bagaimana. Menangggapi pertanyaan Pak Yasin, Bu Widuri menjelaskan bahwa CEE memang sifatnya subyektif, untuk melihat lingkungan pengendalian tidak hanya melalui kuesioner CEE, dievaluasi ulang, apakah masih ada keinginan untuk meningkatkan, jika masih ada, dimasukkan dalam RTP , dan untuk batas Waktu CEE adalah satu tahun setelah masa Jabatan Kepala. Sesi kedua dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Penilaian Resiko. Pada sesi ini peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan seksi masing-masing, yaitu Seksi Rehsos, Seksi PAS dan Sub Bag Tata Usaha. Setelah penjelasan mengenai penilaian resiko beserta penjelasan instrument untuk melakukan penilaian resiko, masing-masing seksi membuat penilaian resiko dari setiap kegiatan yang dilakukan di seksi tersebut, dilanjutkan dengan paparan dari hasil diskusi. Untuk paparan pertama disampaiakan oleh seksis Rehsos dengan penyaji Bapak Susanto. Pada hari kedua, masih melanjutkan paparan dari Seksi PAS yang disampaikan oleh Bapak Wahyu dan Sub Bagian Tata Usaha disampaikan oleh Ibu Murni. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan simulasi pembuatan RTP oleh masing-masing seksi. Pada saat penutupan Bapak Giri Purwono selaku Kepala Sub Bag Tata Usaha menyampaikan ucapan terimakasih kepada fasilitator atas ilmu dan pemahaman yang sudah disampaikan dan mengharapkan agar RTP segera dapat diselesaikan. ( diah fajarini )







Artikel dari PSAA Tunas Bangsa Pati
http://tunasbangsa.depsos.go.id

URL:
http://tunasbangsa.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=66