Dinamika Kelompok Menumbuhkan Kelompok Remaja Yang Sehat
Tanggal: Selasa, 03 April 2012
Topik:


Dinamika Kelompok Menumbuhkan Kelompok Remaja Yang Sehat
Oleh Rifatul Khoiriyah

    


Sebagai sebuah bimbingan penanaman nilai peningkatan  potensi diri penerima manfaat maka pada hari Minggu, 11 Maret 2012 PSAA Tunas Bangsa Pati  mengadakan kegiatan Outbond bagi para Penerima Manfaat di dalam panti. Kegiatan yang melibatkan jajaran Rehabilitasi Sosial dan Pekerja Sosial sebagai  trainer ini  menerapkan metode Eksperiental Learning sebagai metode pelatihannya. Dibandingankan dengan metode ceramah di dalam ruangan metode ini akan lebih efektif karena anak akan melakukan aksi, diskusi, perencanaan dan refleksi di akhir permainan.
Kegiatan bimbingan Outbond merupakan transfer pengetahuan dan nilai. Selain mendapatkan pengetahuan, peserta juga membagi nilai- nilai yang didapatkannya pada peserta yang lain dalam refleksi permainan. Kedua aktifitas ini diharapkan dapat membentuk sikap, wawasan, daya inovasi, kepemimpinan yang memiliki nilai kejujuran, kepercayaan, kebaikan dalam kerjasama tim yang melahirkan kepercayaan diri positif para peserta.



Bapak Yasin Pramono Adi, S.Sos selaku Kasie Rehabilitasi Sosial dalam sambutannya menekankan,”Kesadaran akan fungsi pribadi dalam kelompok  perlu  diciptakan  karena  anak- anak Tunas Bangsa Pati merupakan sebuah  kelompok dan bahkan menjadi sebuah keluarga besar  yang perlu terus menerus mempererat kerukunan dan kebersamaan sehingga dapat mengatasi persoalan- persoalan yang ada dengan efektif, mandiri dalam kebersamaannya.”
Metode learning by doing melalui permainan penyegaran, strategi dan kasus seperti: Line Up, Kata berbisik, Kunci berantai, Mengumpulkan harta, Strategi bangun, Kapal karam dan Pecah balon telah melatih daya pikir peserta, kerjasama dan kejujuran dalam kelompok. Dengan menciptakan suasana yang santai dan bersahabat penerima manfaat dapat bertukar pendapat bersama teman-temannya dan pendamping sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam berkelompok terutama di lingkungan Panti.
Beberapa anak yang mengikuti kegiatan Dinamika Kelompok, mengutarakan kegembiraannya dan merasakan adanya perubahan secara individu. Seperti dalam Teori hubungan perilaku kelompok dan kelompok lainnya oleh Freud yang menjelaskan bahwa seorang individu kehilangan beberapa individualitas mereka karena memiliki kelompok dan karenanya dapat lebih mudah dipengaruhi dalam kelompok. Selain itu kekuatan gabungan dari kelompok dapat mengkompensasi keterbatasan individu ketika individu dihadapkan dengan kesulitan yang tidak dapat dia selesaikan sendiri.
Faktor kebutuhan individu, keragaman budaya, perbedaan usia dan jenis kelamin, perbedaan kepribadian dan status kesehatan mental dan fisik pada individu saat itu tidak menjadi sebuah halangan kelompok untuk menjadi efektif. Hal ini ternyata menjadi sebuah motivasi sendiri bagi anak untuk percaya diri ketika kekurangan- kekurangan dan hambatan individu yang dimiliki dapat diterima dan menjadi potensi dalam kelompok. Dan Khususnya bagi remaja, kegiatan dinamika kelompok ini dapat menciptakan sebuah peer group (kelompok sebaya) yang berfungsi sebagai group konselor sebaya bagi permasalahan tumbuh kembang remaja dan menjadi kelompok remaja yang sehat untuk menangkal pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

 







Artikel dari PSAA Tunas Bangsa Pati
http://tunasbangsa.depsos.go.id

URL:
http://tunasbangsa.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=40